Skip to main content

Why The Coins are Valuable?

 


Kehidupan kita tidak bisa dipisahkan dari uang, alat pembayaran yang memenuhi kebutuhan dan keinginan kita. Tanpa uang, kita tidak bisa bertahan hidup atau mengalami kesulitan dalam hal ekonomi. Itulah sebabnya mengapa semua orang melamar pekerjaan dan menjual beberapa benda yang bernilai. Selain itu, kita juga rajin mengumpulkan uang untuk membeli sesuatu yang harganya mahal, seperti rumah, mobil, atau smartphone. Bentuk dari uang yang biasa kita pakai untuk membeli barang tersebut berupa kertas dan logam. Tetapi, mayoritas orang lebih memilih menggunakan uang kertas dibandingkan uang logam atau koin. Alasannya, nominal dari uang kertas lebih besar dibandingkan dengan koin. Jumlah nominal uang kertas yang disukai kebanyakan orang berkisar Rp. 50.000 – Rp. 100.000. Sedangkan jumlah nominal untuk koin berkisar Rp. 100 – Rp. 500 perak.

Karena nilainya yang kecil, uang koin seringkali dianggap sepele oleh sebagian orang. Menurut mereka, koin tidak cukup untuk membayar apa yang mereka beli. Mereka hanya memanfaatkan koin untuk membayar tukang parkir, pengamen, dan pengemis. Koin juga digunakan untuk mengeruk tubuh orang yang sedang masuk angin. Terkadang, koin itu sendiri sering ditemukan di tempat yang tak terduga. Artinya, koin dibuang secara cuma-cuma dan tidak dipedulikan keberadaannya. Berbeda dengan uang kertas, orang-orang justru mencarinya saat uang itu hilang meskipun hanya Rp. 1.000.

Padahal keberadaan satu koin sangat berarti bagi orang yang membutuhkan, demi sesuap nasi dan sekantung air. Satu koin juga berguna untuk biaya pengobatan pasien tidak mampu. Bahkan orang yang diberi kecukupan oleh Tuhan pun kerap mengisi celengannya dengan beberapa koin, berharap agar dapat membeli sesuatu yang diinginkannya. Ketika koin yang mereka kumpulkan jumlahnya banyak, maka akan ditukarkan dengan uang kertas. Koin-koin seperti itu juga memenuhi kotak infaq di rumah ibadah sebagai sedekah dan amal jariyah para jamaahnya, hasil dari infaq tersebut akan disumbangkan untuk warga sekitar yang membutuhkan atau biasa disebut dengan bakti sosial. Itulah betapa berharganya uang koin bagi setiap insan, diharapkan pula kita dapat memanfaatkan koin-koin yang dimiliki dengan sebaik-baiknya.


Comments

Popular posts from this blog

Let's Respect Our Parents!

Manusia tak akan pernah ada apabila Adam dan Hawa tidak diciptakan oleh Tuhan. Begitu pula dengan kita, kehadiran kita di dunia ini karena orang tua yang diberi amanah oleh Tuhan untuk membesarkan kita. Sebelum lahir di muka bumi ini, kita hanyalah seekor benih dari Ayah yang dikandung dalam rahim Ibu selama 9 bulan. Ibu bahkan menarik nafas panjang agar kita bisa keluar dengan selamat, belum lagi rasa sakit yang ditanggungnya. Sedangkan Ayah, beliau harus mendampingi Ibu disampingnya selama proses persalinan atau menengadahkan tangan agar Tuhan dapat memberi kekuatan lebih untuk istrinya. Kemudian tangisan kita pun menggema di ruang persalinan, lalu diiringi dengan adzan untuk menyambut kehadiran kita di dunia. Perjuangan mereka tidak berhenti sampai persalinan saja, mereka harus mengurus keperluan bayi dan berkonsultasi dengan dokter anak. Ketika usia kita beranjak balita, mereka mengajari kita bagaimana caranya berbicara dan berjalan dengan penuh kesabaran. Seiring berjalannya wak...

Make A Wish : Candle Light in 2021

Halaman pertama pada tahun 2021 telah dibuka, menandai adanya pergantian tahun masehi di seluruh dunia. Menurut kebanyakan orang, hal yang identik dengan tahun baru adalah pesta kembang api, memanggang daging atau meniup terompet pada pukul 00.00 dini hari. Mereka juga menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman sehingga suasana tahun baru menjadi ramai. Namun, tahun baru kali ini berbeda dengan tahun baru kemarin. Pergantian tahun ini menjadi renggang karena pandemi COVID yang tak kunjung menurun kurvanya. Selain itu, semua orang harus tetap di rumah untuk menghindari kerumunan yang sulit diprediksi. Walaupun kondisi saat ini rawan virus, tetapi ada beberapa orang yang menghabiskan waktu di luar rumah untuk menyambut tahun baru. Pada tahun baru, biasanya orang-orang membuat resolusi atau daftar harapan yang ingin dicapai, seperti membeli baju baru, pergi keluar negeri, dan beberapa mimpi lainnya. Tetapi, resolusi yang mereka buat terkadang tidak sesuai ekspektasi. Banyak faktor y...

Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Era Milenial

Pada era milenial, masyarakat sudah tidak asing dengan gawai atau hal-hal yang berbau online. Bukti itu bisa dilihat ketika membeli apa yang diinginkan melalui online shop, memesan tiket dengan jasa online bahkan mendapat layanan dari ojek online. Tandanya, masyarakat telah melakukan kegiatan ekonomi secara online. Oleh karena itu, muncullah gagasan mengenai MEA, hingga dalam kancah Asia Tenggara. Yang terpenting, Masyarakat Ekonomi Asia memiliki tujuan dan manfaat dalam perekonomian.                                                                                                                                  Kerjasama perekonomian ini dapat membuka peluang bisnis...