Skip to main content

Let's Respect Our Parents!

Manusia tak akan pernah ada apabila Adam dan Hawa tidak diciptakan oleh Tuhan. Begitu pula dengan kita, kehadiran kita di dunia ini karena orang tua yang diberi amanah oleh Tuhan untuk membesarkan kita. Sebelum lahir di muka bumi ini, kita hanyalah seekor benih dari Ayah yang dikandung dalam rahim Ibu selama 9 bulan. Ibu bahkan menarik nafas panjang agar kita bisa keluar dengan selamat, belum lagi rasa sakit yang ditanggungnya. Sedangkan Ayah, beliau harus mendampingi Ibu disampingnya selama proses persalinan atau menengadahkan tangan agar Tuhan dapat memberi kekuatan lebih untuk istrinya. Kemudian tangisan kita pun menggema di ruang persalinan, lalu diiringi dengan adzan untuk menyambut kehadiran kita di dunia.

Perjuangan mereka tidak berhenti sampai persalinan saja, mereka harus mengurus keperluan bayi dan berkonsultasi dengan dokter anak. Ketika usia kita beranjak balita, mereka mengajari kita bagaimana caranya berbicara dan berjalan dengan penuh kesabaran. Seiring berjalannya waktu, Ayah dan Ibu bekerja sama untuk merawat dan membimbing kita. Pendidikan pertama kita bukanlah PAUD atau TK, melainkan didikan orang tua. Mereka mengajarkan kita akan banyak hal, seperti adab sopan santun, beribadah, dan pelajaran lainnya. Untuk mendukung tumbuh kembang kita, orang tua juga mencari nafkah melalui pekerjaan yang diembannya. Hal ini mereka lakukan hingga kita lulus perguruan tinggi dan mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuan kita.

Melihat perjuangan mereka yang luar biasa saat menghadapi kita, rasanya antara kagum dan iba. Kagum karena mereka mengajarkan kita akan kebaikan, tetapi iba juga karena mereka harus menerima segala perlakuan kita yang kurang berkenan di mereka. Padahal sudah tercantum dalam Q.S. Al-Isra’:23, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

Oleh karena itu, menghormati orang tua sama pentingnya dengan perjuangan mereka dalam membesarkan kita. Cara sederhana untuk menghormati mereka dengan membantu pekerjaan domestiknya, seperti memasak atau membersihkan kendaraan mereka, menuruti apa yang mereka butuhkan, mengatasnamakan mereka saat berdonasi, serta mendoakan mereka. Jika terpisah oleh jarak, alangkah baiknya untuk memberi kabar melalui telepon atau berkirim surat.

Comments

Popular posts from this blog

Ice Cream Pancake : The Best of Sweet Memories

Cuaca panas dan teriknya matahari memang lebih cocok untuk menikmati hidangan dingin seperti ice cream. Kita bisa menyantapnya dengan varian rasa yang lumer di mulut. Ice cream juga dapat dihidangkan dengan roti atau pancake, sehingga kadar kemanisannya semakin terasa. Salah satu café yang menyajikan ice cream pancake ialah Essen Roti dan Kue di Jalan Gedongkuning 48A, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta. Tempat itu sangat cocok untuk tongkrongan, mengerjakan tugas, atau sekadar menikmati view Kota Yogyakarta dari lantai atas. Fasilitas Wi-Fi dan stop kontak juga tersedia di sana. Selain ice cream, Essen juga menyediakan hidangan lain, seperti spaghetti, french fries, juice, milkshake, dan lain-lain. Kembali ke pembahasan ice cream pancake, bahan-bahan yang digunakan cukup sederhana sehingga bisa menjadi resep masakan rumah. Bahan dasar untuk ice cream diantaranya susu segar, gula pasir, kuning telur, dan tepung maizena. Susu dan gula pasir tersebut dimasak hingga mendidih terlebih da...

Broken Headset : When Our Ears Feel Like Deaf

Telinga merupakan salah satu indera yang berfungsi untuk mendengarkan suatu bunyi. Alat pendengaran tersebut terdiri dari sepasang, yaitu kanan dan kiri. Tuhan menciptakan sepasang telinga untuk manusia agar dapat saling berkomunikasi tanpa hambatan. Dengan adanya telinga, kita dapat mendengar suara manusia, teriakan binatang, dan bunyi alat musik. Indera pendengaran juga harus dimanfaatkan sebaiknya, seperti menyimak penjelasan guru atau dosen, ceramah dari pemuka agama, dan menghayati ayat suci. Selain itu, telinga juga butuh perawatan yang baik dengan cara dibersihkan dan dianjurkan untuk mengatur volume secukupnya. Akan tetapi, pendengaran kita dapat rusak karena kecerobohan diri tanpa disadari. Ciri-cirinya seperti sering menggunakan headset dengan volume keras dan saat mendengar perkataan seseorang harus minta diulang sebanyak dua kali atau lebih. Namun, bagaimana jika kita benar-benar kehilangan indera pendengar? Rasanya jelas hampa atau kosong, kita hanya bisa melihat bahasa ...