Skip to main content

Make A Wish : Candle Light in 2021



Halaman pertama pada tahun 2021 telah dibuka, menandai adanya pergantian tahun masehi di seluruh dunia. Menurut kebanyakan orang, hal yang identik dengan tahun baru adalah pesta kembang api, memanggang daging atau meniup terompet pada pukul 00.00 dini hari. Mereka juga menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman sehingga suasana tahun baru menjadi ramai. Namun, tahun baru kali ini berbeda dengan tahun baru kemarin. Pergantian tahun ini menjadi renggang karena pandemi COVID yang tak kunjung menurun kurvanya. Selain itu, semua orang harus tetap di rumah untuk menghindari kerumunan yang sulit diprediksi. Walaupun kondisi saat ini rawan virus, tetapi ada beberapa orang yang menghabiskan waktu di luar rumah untuk menyambut tahun baru.

Pada tahun baru, biasanya orang-orang membuat resolusi atau daftar harapan yang ingin dicapai, seperti membeli baju baru, pergi keluar negeri, dan beberapa mimpi lainnya. Tetapi, resolusi yang mereka buat terkadang tidak sesuai ekspektasi. Banyak faktor yang menghambat pencapaian resolusi tersebut, tergantung bagaimana mereka menyikapinya. Resolusi juga tidak melulu soal keinginan yang harus tercapai, melainkan introspeksi diri dengan merenungi segala sesuatu yang terjadi pada tahun lalu. Banyak hal yang bisa diambil hikmahnya dari peristiwa tahun lalu agar dapat dijadikan pegangan saat menghadapi kejadian serupa di tahun yang akan datang.

Sama halnya seperti resolusi, tahun baru tidak harus diisi dengan meriahnya kembang api yang mendominasi langit malam. Alangkah baiknya jika menghidupkan sumbu lilin aromaterapi dengan pemantik api guna menenangkan diri dan merenungi apa yang telah dilakukannya pada masa lalu. Tahun 2021 jelas berbeda dengan tahun 2020, akan ada kejutan yang tak terduga dan rintangan yang lebih sulit. Apa hubungannya dengan cahaya lilin? Sebelum menjawab pertanyaan itu, ada baiknya menafsirkan tentang 2021 itu sendiri. Pada tahun 2021, permasalahan yang dihadapi semakin rumit seperti berada di ruangan yang gelap. Mau tidak mau, permasalahan itu harus diselesaikan dengan sungguh-sungguh atau perjuangan yang kuat, seperti berusaha menerangi kegelapan itu dengan cahaya. Nah, menghadapi kerumitan suatu permasalahan itu diibaratkan seperti berusaha menyalakan lilin ditengah kegelapan.

Harapan di tahun 2021 cukup sederhana dan tidak serinci resolusi tahun kemarin, yaitu berdoa agar pandemi ini segera berakhir, melanjutkan resolusi tahun lalu, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, diharapkan dapat menghadapi hiruk-pikuk tantangan yang ada dengan penuh kesabaran. Selamat Tahun Baru 2021.

Comments

Popular posts from this blog

Let's Respect Our Parents!

Manusia tak akan pernah ada apabila Adam dan Hawa tidak diciptakan oleh Tuhan. Begitu pula dengan kita, kehadiran kita di dunia ini karena orang tua yang diberi amanah oleh Tuhan untuk membesarkan kita. Sebelum lahir di muka bumi ini, kita hanyalah seekor benih dari Ayah yang dikandung dalam rahim Ibu selama 9 bulan. Ibu bahkan menarik nafas panjang agar kita bisa keluar dengan selamat, belum lagi rasa sakit yang ditanggungnya. Sedangkan Ayah, beliau harus mendampingi Ibu disampingnya selama proses persalinan atau menengadahkan tangan agar Tuhan dapat memberi kekuatan lebih untuk istrinya. Kemudian tangisan kita pun menggema di ruang persalinan, lalu diiringi dengan adzan untuk menyambut kehadiran kita di dunia. Perjuangan mereka tidak berhenti sampai persalinan saja, mereka harus mengurus keperluan bayi dan berkonsultasi dengan dokter anak. Ketika usia kita beranjak balita, mereka mengajari kita bagaimana caranya berbicara dan berjalan dengan penuh kesabaran. Seiring berjalannya wak...

Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Era Milenial

Pada era milenial, masyarakat sudah tidak asing dengan gawai atau hal-hal yang berbau online. Bukti itu bisa dilihat ketika membeli apa yang diinginkan melalui online shop, memesan tiket dengan jasa online bahkan mendapat layanan dari ojek online. Tandanya, masyarakat telah melakukan kegiatan ekonomi secara online. Oleh karena itu, muncullah gagasan mengenai MEA, hingga dalam kancah Asia Tenggara. Yang terpenting, Masyarakat Ekonomi Asia memiliki tujuan dan manfaat dalam perekonomian.                                                                                                                                  Kerjasama perekonomian ini dapat membuka peluang bisnis...